Selasa, 09 Desember 2014

IP ADDRESS

Ø  DEFINISI IP ADDRESS
IP address digunakan sebagai alamat dan momor setiap kompuetr pada jaringan computer. IP Address (Internet Protokol Address) merupakan alamat yang diberikan pada computer yang merupakan identitas computer tersebut sehingga dapat dikenal oleh computer lain dalam melakukan pengiriman dan penerimaan data tau informasi melalui jaringan.

Ø  Penggunaan IP Address
Menentukan IP Address berarti memberikan identitas yang universal bagi setiap interface computer
-          Jika memiliki lebih dari satu interface (misalnya ada 2 ethernet) maka harus diberikan 2 IP Address untuk computer tersebut masing-masing untuk setiap interfacenya
-          IP alias satu device diberikan 2 atau lebih IP Addres yang berbeda

Ø  Kegunaan IP Address
·   Pengalamatan sebagai identitas dalam jaringan.
·   Memiliki informasi pengirim dan penerima.
·   Pengalamatan merupakan awal pembuatan rute proses komunikasi.

Ø  Konfigurasi IP Address
Ada dua macam konfigurasi IP Address:
·      Static IP Addressing : pengaturan alamat IP untuk setiap workstation di tentukan secara manual oleh administrator.
·      Dynamic IP Addressing (DHCP) : pengaturan setiap client pengalamatan IP di atur oleh DHCP server secara dinamic setiap saat.

Ø  Versi IP Adress terdiri dari 2 yaitu IP versi 4 dan IP versi 6
1.      IPv4 (32bit)
Terbagi menjadi 4 oktet (masing-masing 8bit) seperti xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxxxxx . xxxxxxxx. Menggunakan notasi desimal contohnya adalah : 192.168.1.1
Pengalamatan IP address menggunakan bilangan biner supaya lebih mudah ditulis dan dibaca oleh manusia, IP address ditulis dengan bilangan  4 desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik “ . ” (dotted-decimal notation). Total nilai IP versi 4 adalah 256 ip address, dimulai dari 0-255.
Nilai maksimal IP versi 4 adalah:
–     11111111.11111111.11111111.11111111
–     256.256.256.256 = 4.294.967.296 host

Adapun struktur Ipv4 yaitu :
•      Net ID / Network  Address (NID)
–     Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain.
–     Bisa dianalogikan sebagai alamat jalan suatu network.
•      Host ID / Host address (HID)
–     Host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network.
–     Bisa dianalogikan sebagai nomor rumah untuk komputer dalam suatu network.

Komponen Ipv4 adalah :
•      IP Broadcast
–     IP yang digunakan untuk broadcaster suatu network ke network lainnya.
–     IP terbesar dalam suatu jaringan dipakai sebagai IP Broadcast.
•      IP Network
–     IP yang digunakan untuk identitas suatu network agar bisa dikenali oleh network lainnya.
–     IP terkecil dalam suatu jaringan dipakai sebagai IP Network.
·         Misal : 192.168.1.1
–     Alamat IP Network : 192.168.1.0
–     Alamat IP Broadcast: 192.168.1.255
–     Alamat IP yang valid: 192.168.1.1-192.168.1.254

·         Kelas-kelas dalam Ipv4 :
Digunakan untuk memudahkan management pengelolaan IP Address dan membentuk sub-sub kelas yang lebih kecil.
KELAS
RANGE IP
BINER
SUBNET
A
0.0.0.0 – 127.255.255.255
00000000-01111111
255.0.0.0
B
128.0.0.0 – 191.255.255.255
10000000-10111111
255.255.0.0
C
192.0.0.0 – 223.255.255.255
11000000-11011111
255.255.255.0
D
224.0.0.0 – 239.255.255.255
11100000-11101111
255.255.255.255
E
240.0.0.0 – 255.255.255.255
11110000-11111111
255.255.255.255

2.      IPv6 (128bit)
Terbagi menjadi 8 oktet (masing-masing 4bit) sepertixxxx : xxxx : xxxx : xxxx : xxxx : xxxx : xxxx : xxxx. Menggunakan notasi hexa desimal contohnya adalah : 21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a
Dapat mengalamati sebanyak: 4.294.967.296 ^ 4 = 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 host komputer di seluruh dunia. Panjang alamat 128-bit, dibagi kedalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit.
Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua “:” (colon-hexadecimal). Misalnya :

   Ø  Jenis IP Address
1.      IP PUBLIC
IP yang digunakan untuk komunikasi langsung dalam internet. IP public biasanya dikelola oleh ISP (Internet Service Provider). Host yang menggunakan IP public dapat diakses oleh seluruh user yang tergabung diinternet baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui proxy/NAT).
Biasanya dikelompokkan berdasarkan negara, seperti Indonesia : berawalan 202.x.x.x, 203.x.x.x, 125.x.x.x, 182.x.x.x dst.

2.      IP PRIVATE
International Assigned Nimbers Authority (IANA) mengelompokkan IP yang dinyatakan private adalah kelompok IP yang hanya digunakan untuk kalangan sendiri dan tidak berlaku di internet.
a.      Kelas A : 10.0.0.0 s/d 10.255.255.255 (1 network)
b.      Kelas B : 172.16.0.0 s/d 172.31.255.255 (16 network)
c.       Kelas C : 192.168.0.0 s/d 192.168.255.255 (256 network)

3.      LOOPBACK ADDRESS
IP yang secara otomatis dipakai oleh sistem untuk memanggil sistem itu sendiri. IP address dengan alamat IP bit pertama adalah 127, kemudian 3 bit yang lain diisi sembarangan adalah alamat loopback. Karena itu, alamat IP 127.x.x.x tidak dapat digunakan untuk alamat host dalam jaringan.

Subnetting
Ø  DEFINISI
Subnetting adalah proses memecah suatu  IP jaringan ke sub jaringan lebih kecil yang disebut "subnet". Setiap subnet mendeskripsikan non-fisik (atau ID) untuk jaringan-sub fisik (biasanya dalam jaringan multi kompleks). Teknik yang membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (A, B, dan C) yang sudah diatur. Memungkinkan membuat network dengan batasan host yang lebih realistis sesuai kebutuhan.
Ø  TUJUAN
-          Membatasi ruang lingkup lalu lintas jaringan.
-          menerapkan  tindakan keamanan jaringan tindakan.
-          memisahkan segmen jaringan berdasarkan fungsi.
-          membantu dalam menyelesaikan masalah kemacetan jaringan.
-          memudahkan administrator memantau sistem termasuk memanajemen sub-sub jaringan yang ada.

Ø  SUBNETMASK
Digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNETMASKnya.
CLASS
RANGE OKTET PERTAMA
SUBNET MASK DEFAULT
A
0-127
255.0.0.0
B
128-191
255.255.0.0
C
192-223
255.255.255.0

Ø  CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
Digunakan untuk mempermudah penulisan notasi subnetmask agar lebih ringkas dibandingkan penulisan notasi subnet mask yang sesungguhnya.


Ø  VLSM (Variable Length Subnet Mask)
   -   Metode yang paling realistik untuk men-subnetting network dengan penggunaan bit host yang paling efisien.
   -   Tahapan perhitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM.

Ø   CIDR vs VLSM
          -   CIDR digunakan untuk mencari berdasarkan jumlah subnet (kelompok)nya.
o   Langkahnya :
§  Tentukan berapa banyak subnet yang dibutuhkan tiap jaringan.
§  Hitung range ip subnet dan host tiap subnetnya.
-                  -     VLSM digunakan untuk mencari berdasarkan jumlah host dalam suatu subnet.
o   Langkahnya :
§  Tentukan berapa banyak host untuk memenuhi network yang paling besar.

§  Pilih subnet untuk network dengan host terbanyak sampai host yang paling sedikit.

ROUTING


KONSEP ROUTING

Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya, melalui sebuah antar jaringan (internet work). Routing merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat didirikan dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya.

PROSES ROUTING


-  Komputer A bergabung dengan jaringan 10.0.0.0 dengan IP 10.10.10.2, jika ingiin berhubungan dengan B maka A akan memeriksa tabel routing yang berada pada komputermya.

-   Agar dapat berkomunikasi dengan 20.20.20.2 (dari A ke B), maka A membutuhkan Hardware Address dari B
  •    PC-A mengirim ARP request ke alamat broadcast 255.255.255.255 untuk menanyaka n MAC Address dari 20.20.20.2 hingga broadcast ke Router 10.10.10.1 dan router akan mengecek tabel routingnya.

   -      Router akan meneruskan broadcast ke range IP 20.0.0.0 untuk mencari alamat hardware B dengan menanyakan siapa yang memiliki alamat 20.20.20.2
-          B menjawab dan memberikan MAC Address yang dimilikinya kepada router dan router melanjutkannya ke A
    -     Selanjutnya A dan B dapat melakukan komunikasi data mealui hardware tersebut.

TABEL ROUTING

Adalah sebuah tabel yang berisi tentang info darimana sember tujuan dan lewat manasebuah paket akan dikirimkan. Tabel routing berisi infomasi tentang :
a.       Alamat network tujuan
b.      Interface router yang terdekat dengan network tujuan (Hop Count).
c.       Metric yaitu sebuah nilai yang menunjukkan teknik berdasarkan jumlah lompatan
Jika jaringan tujuan terhubung langsung di router, maka router langsung mengetahui port yang harus digunakan untuk meneruskan paket. Jika jaringan tujuan tidak terhubung langsung dengan router, Router harus mempelajari rute terbaik yang akan digunakan untuk meneruskan paket. Informasi ini dapat dipelajari dengan cara :
·         Manual oleh “network administrator”
·         Pengumpulan informasi melalui proses dinamis dalam jaringan.

JENIS ROUTING

Terdapat 2 jenis Routing, yaitu static routic dan dynamic routing.
*      Static Routing (routing statis): sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh administrator jaringan.
Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbarui atau mengupdate rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork).

*      Dynamic Routing (routing dinamis): sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, mendengarkan lalu lintas jaringan dan saling berhubungan antara router lainnya.
Rute yang dipelajari oleh router setelah seorang administrator mengkonfigurasi sebuah protokol routing yang membantu menentukan rute.
Sekali seorang administrator jaringan mengaktifkan rute Dinamik, maka rute akan diketahui dan diupdate secara otomatis oleh sebuah proses routing ketika terjadi perubahan topologi jaringan yang diterima dari “internetwork”.

STATIC VD DYNAMIC