Jumat, 19 Desember 2014

SERVER

PENGERTIAN SERVER
Server adalah sebuah sistem komputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Server didukung dengan processor yang bersifat scalable dan RAM yang besar, juga dilengkapi dengan sistem operasi khusus, yang disebut sebagai sistem operasi jaringan yang besar, juga dilengkapi perangkat lunak administrasi yang mengontrol akses terhadap jaringan dan sumber daya terdapat didalamnya, seperti halnya berkas / pencetak dan memberikan akses kepada stasiun kerja anggota jaringan. Dalam sistem operasi server terdapat berbagai macam layanan yang menggunakan arsitektur client / server. Contoh : DHCP server, web server, DNS server, dan sebagainya.

CLIENT-SERVER
Client server adalah suatu bentuk arsitektur, dimana client adalah perangkat yang menerima, yang akan menampilkan dan menjalankan aplikasi, server adalah perangkat yang bertindak pengelola aplikasi, data dan keamanannya.

SISTEM OPERASI SERVER
Sistem operasi yang biasa digunakan untuk server adalah sistem operasi sesver bukan sistem operasi biasanya. Sistem Operasi server biasanya berjalan diterminal, tidak secara user interface, dikarenakan server tidak membutuhkan banyak service yang dijalankan, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan.

VIRTUAL SERVER
Virtual server yang dikenal dengan Virtual Dedicated Server (VDS) /  Virtual Private Server (VPS) adalah teknologi server side tentang operating system dan software yang memungkinkan sebuah mesin dengan kapasitas besar dibagi kebeberapa virtual mesin. Tiap virtual mesin ini melayani operating system dan software secara independen san dengan konfigurasi yang cepat.
Kelebihan virtual server :
1.      Dengan teknologi virtual server (VPS / VDS), mendapatkan sumber daya yang minimum yang terlah dialokasikan khusus baik CPU, memory, maupun harddisk sehingga kemungkinan Virtual Server (VPS/VDS) tidak terganggu kibat dari penggunaan sumber daya account lain yang terdapat pada server yang sama
2.      Virtual Server (VPS/VDS) lebih fleksibel

MACAM-MAVCAM SERVER
Berdasarkan fungsi dan kegunaannya server terbagi menjadi berbagai macam, diantaranya adalah : DNS server, Web Srver, Email server, DHCP server, FTP server, Database server, Proxy server. 
1.    DNS Server
DNS (Domain Name System) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan:Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain. DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail.
2.    Web Server
Web server adalah sebuah perangkat lunak server yang berfungsi menerima permintaan
HTTP atau HTTPS dari klien yang dikenal dengan browser web dan mengirimkan kembali hasilnya dalam bentuk halaman-halaman web yang umumnya berbentuk dokumen HTML.
Macam-macam web server :
·         Apache Tomcat
·         Information Services (IIS)
·         Lighttpd
·         Sun Java System Web Server
·         Xitami Web Server
·         Zeus Web Server
3.    Email Server
Mail server mempunyai peran untuk melayani client dalam hal mail (surat). Surat dalam hal ini, client bisa mengirimkan pesan ke client yang lain, yang dimana surat tersebut disimpan dalam server mail itu juga. Selain sebagai tempat untuk menyimpan surat, server mail juga menyediakan layanan pelengkap mail servis seperti web interface untuk memudahkan client menulis surat dan mengorganisir surat yang dipunya client.
4.    DHCP Server
DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server.
5.    FTP Server
Server ini mempunyai layanan protokol FTP. Artinya dengan adanya server FTP ini, segala permintaan FTP (FTP merupakan protokol untuk layanan transfer data) akan terlaksana.
6.    Database Server
Server database, seperti namanya. Server ini melayani servis bagi client yang membutuhkan layanan penyimpanan database. Dalam server database tersebut, bisa berisi ratusan ataupun ribuan database dari banyak user. Biasanya database tersebut dikelompokkan atau disimpan per user yang memakai layanan database tersebut. Agar tidak terjadinya pencurian data.
7.    Proxy Server
Proxy server, bisa digunakan untuk memperkuat security pada sebuah jaringan. Server ini bisa digunakan untuk memfilter permintaan servis masuk maupun keluar dari sebuah client. Dengan adanya proxy server ini, kita bisa memblock suatu IP agar bisa berkomunikasi misalnya.

SUMBER ;
http://sisjarkom.informatics.uii.ac.id/BAB_IV.pdf
http://tintakopi.files.wordpress.com/2011/10/spk-server.pdf
http://rangga-stemsi.blogspot.com/2011/08/administrasi-server-dasar.html
http://lecturer.eepis-its.edu/~fitri/pjj%20admin%20jaringan/4_DHCP_Server.pdf

Selasa, 09 Desember 2014

IP ADDRESS

Ø  DEFINISI IP ADDRESS
IP address digunakan sebagai alamat dan momor setiap kompuetr pada jaringan computer. IP Address (Internet Protokol Address) merupakan alamat yang diberikan pada computer yang merupakan identitas computer tersebut sehingga dapat dikenal oleh computer lain dalam melakukan pengiriman dan penerimaan data tau informasi melalui jaringan.

Ø  Penggunaan IP Address
Menentukan IP Address berarti memberikan identitas yang universal bagi setiap interface computer
-          Jika memiliki lebih dari satu interface (misalnya ada 2 ethernet) maka harus diberikan 2 IP Address untuk computer tersebut masing-masing untuk setiap interfacenya
-          IP alias satu device diberikan 2 atau lebih IP Addres yang berbeda

Ø  Kegunaan IP Address
·   Pengalamatan sebagai identitas dalam jaringan.
·   Memiliki informasi pengirim dan penerima.
·   Pengalamatan merupakan awal pembuatan rute proses komunikasi.

Ø  Konfigurasi IP Address
Ada dua macam konfigurasi IP Address:
·      Static IP Addressing : pengaturan alamat IP untuk setiap workstation di tentukan secara manual oleh administrator.
·      Dynamic IP Addressing (DHCP) : pengaturan setiap client pengalamatan IP di atur oleh DHCP server secara dinamic setiap saat.

Ø  Versi IP Adress terdiri dari 2 yaitu IP versi 4 dan IP versi 6
1.      IPv4 (32bit)
Terbagi menjadi 4 oktet (masing-masing 8bit) seperti xxxxxxxx . xxxxxxxx . xxxxxxxxxxx . xxxxxxxx. Menggunakan notasi desimal contohnya adalah : 192.168.1.1
Pengalamatan IP address menggunakan bilangan biner supaya lebih mudah ditulis dan dibaca oleh manusia, IP address ditulis dengan bilangan  4 desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik “ . ” (dotted-decimal notation). Total nilai IP versi 4 adalah 256 ip address, dimulai dari 0-255.
Nilai maksimal IP versi 4 adalah:
–     11111111.11111111.11111111.11111111
–     256.256.256.256 = 4.294.967.296 host

Adapun struktur Ipv4 yaitu :
•      Net ID / Network  Address (NID)
–     Net ID berperan dalam identifikasi suatu network dari network yang lain.
–     Bisa dianalogikan sebagai alamat jalan suatu network.
•      Host ID / Host address (HID)
–     Host ID berperan untuk identifikasi host dalam suatu network.
–     Bisa dianalogikan sebagai nomor rumah untuk komputer dalam suatu network.

Komponen Ipv4 adalah :
•      IP Broadcast
–     IP yang digunakan untuk broadcaster suatu network ke network lainnya.
–     IP terbesar dalam suatu jaringan dipakai sebagai IP Broadcast.
•      IP Network
–     IP yang digunakan untuk identitas suatu network agar bisa dikenali oleh network lainnya.
–     IP terkecil dalam suatu jaringan dipakai sebagai IP Network.
·         Misal : 192.168.1.1
–     Alamat IP Network : 192.168.1.0
–     Alamat IP Broadcast: 192.168.1.255
–     Alamat IP yang valid: 192.168.1.1-192.168.1.254

·         Kelas-kelas dalam Ipv4 :
Digunakan untuk memudahkan management pengelolaan IP Address dan membentuk sub-sub kelas yang lebih kecil.
KELAS
RANGE IP
BINER
SUBNET
A
0.0.0.0 – 127.255.255.255
00000000-01111111
255.0.0.0
B
128.0.0.0 – 191.255.255.255
10000000-10111111
255.255.0.0
C
192.0.0.0 – 223.255.255.255
11000000-11011111
255.255.255.0
D
224.0.0.0 – 239.255.255.255
11100000-11101111
255.255.255.255
E
240.0.0.0 – 255.255.255.255
11110000-11111111
255.255.255.255

2.      IPv6 (128bit)
Terbagi menjadi 8 oktet (masing-masing 4bit) sepertixxxx : xxxx : xxxx : xxxx : xxxx : xxxx : xxxx : xxxx. Menggunakan notasi hexa desimal contohnya adalah : 21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a
Dapat mengalamati sebanyak: 4.294.967.296 ^ 4 = 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 host komputer di seluruh dunia. Panjang alamat 128-bit, dibagi kedalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit.
Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua “:” (colon-hexadecimal). Misalnya :

   Ø  Jenis IP Address
1.      IP PUBLIC
IP yang digunakan untuk komunikasi langsung dalam internet. IP public biasanya dikelola oleh ISP (Internet Service Provider). Host yang menggunakan IP public dapat diakses oleh seluruh user yang tergabung diinternet baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui proxy/NAT).
Biasanya dikelompokkan berdasarkan negara, seperti Indonesia : berawalan 202.x.x.x, 203.x.x.x, 125.x.x.x, 182.x.x.x dst.

2.      IP PRIVATE
International Assigned Nimbers Authority (IANA) mengelompokkan IP yang dinyatakan private adalah kelompok IP yang hanya digunakan untuk kalangan sendiri dan tidak berlaku di internet.
a.      Kelas A : 10.0.0.0 s/d 10.255.255.255 (1 network)
b.      Kelas B : 172.16.0.0 s/d 172.31.255.255 (16 network)
c.       Kelas C : 192.168.0.0 s/d 192.168.255.255 (256 network)

3.      LOOPBACK ADDRESS
IP yang secara otomatis dipakai oleh sistem untuk memanggil sistem itu sendiri. IP address dengan alamat IP bit pertama adalah 127, kemudian 3 bit yang lain diisi sembarangan adalah alamat loopback. Karena itu, alamat IP 127.x.x.x tidak dapat digunakan untuk alamat host dalam jaringan.

Subnetting
Ø  DEFINISI
Subnetting adalah proses memecah suatu  IP jaringan ke sub jaringan lebih kecil yang disebut "subnet". Setiap subnet mendeskripsikan non-fisik (atau ID) untuk jaringan-sub fisik (biasanya dalam jaringan multi kompleks). Teknik yang membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP (A, B, dan C) yang sudah diatur. Memungkinkan membuat network dengan batasan host yang lebih realistis sesuai kebutuhan.
Ø  TUJUAN
-          Membatasi ruang lingkup lalu lintas jaringan.
-          menerapkan  tindakan keamanan jaringan tindakan.
-          memisahkan segmen jaringan berdasarkan fungsi.
-          membantu dalam menyelesaikan masalah kemacetan jaringan.
-          memudahkan administrator memantau sistem termasuk memanajemen sub-sub jaringan yang ada.

Ø  SUBNETMASK
Digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita ketahui dari SUBNETMASKnya.
CLASS
RANGE OKTET PERTAMA
SUBNET MASK DEFAULT
A
0-127
255.0.0.0
B
128-191
255.255.0.0
C
192-223
255.255.255.0

Ø  CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
Digunakan untuk mempermudah penulisan notasi subnetmask agar lebih ringkas dibandingkan penulisan notasi subnet mask yang sesungguhnya.


Ø  VLSM (Variable Length Subnet Mask)
   -   Metode yang paling realistik untuk men-subnetting network dengan penggunaan bit host yang paling efisien.
   -   Tahapan perhitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM.

Ø   CIDR vs VLSM
          -   CIDR digunakan untuk mencari berdasarkan jumlah subnet (kelompok)nya.
o   Langkahnya :
§  Tentukan berapa banyak subnet yang dibutuhkan tiap jaringan.
§  Hitung range ip subnet dan host tiap subnetnya.
-                  -     VLSM digunakan untuk mencari berdasarkan jumlah host dalam suatu subnet.
o   Langkahnya :
§  Tentukan berapa banyak host untuk memenuhi network yang paling besar.

§  Pilih subnet untuk network dengan host terbanyak sampai host yang paling sedikit.