Sabtu, 11 Oktober 2014

PENGKABELAN



Pengkabelan

1. TIPE STRIGHT 
Artinya ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabelyang sama. Tipe ini digunakan untuk menghubungkan antara PC ke Switch, Router ke Switch, Router ke HUB dan PC ke HUB, tipe ini digunakan untuk hubungan 2 komputer atau lebih.


2. TIPE CROSS 
Pada tipe ini ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang tidak sama. Tipe ini digunakan untuk menghubungkan antara PC ke PC, Switch ke Switch, HUB ke HUB dan PC ke Router.


 

PROTOKOL



Protokol

Protocol merupakan aturan-aturan yang mengatur komunikasi antara beberapa computer dalam sebuah jaringan, didalamnya termasuk petunjuk yang berlaku bagi cara-cara atau metode mengakses sebuah jaringan, topologi fisik, tipe-tipe kabel dan kecepatan transfer data.

Hal – hal yang harus diperhatikan dalam protokol adalah :
·     Syntax merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan untuk mengkodekan sinyal.
·  Semantix digunakan untuk mengetahui maksud dari informasi yang dikirim dan mengkoreksi kesalahan yang terjadi dari informasi tersebut.
·    Timing  digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.

Secara umum fungsi protokol adalah menghubungkan sisi pengirim dan penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik dan benar dengan kehandalan yang tinggi. Sedangkan fungsi protokol secara detail sebagai berikut : 
1.   Fragmentasi dan reassembly
Fungsi dari fragmentasi dan reasembly adalah membagi informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi tadi dan setelah diterima maka sisi penerima akan menggabungkan lagi menjadi paket berita yang lengkap.
2.   Encapsulation
Fungsi dari encapsulation adalah melengkapi berita yang dikirimkan dengan address, kode-kode koreksi dan lain-lain.
3.   Connection Control
Fungsi dari Conection Control adalah membangun hubungan komunikasi dari transmitter dan reciever, dimana dalam membangun hubungan ini termasuk dalam hal pengiriman data dan mengakhiri hubungan.
4.   Flow control
Fungsi dari Flow Control adalah mengatur perjalanan data dari transmitter ke reciever.
5.   Error Control
Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalam proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.
6.   Transmission Service
Fungsi dari transmission service adalah memberi pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindungan data.

Adapun jenis-jenis protocol antara lain :
a.      Ethernet
Protokol Ethernet merupakan protokol LAN yang paling banyak dipakai karena berkemapuan tinggi dengan biaya yang rendah. Kecepatan yang bisa capai dari 10 Mbps. Cara kerja dari Protokol Ethernet yakni sebelum mengirim data, suatu Host (komputer) memeriksa apakah network (jaringan) ada pengiriman data. Jika tidak ada pengiriman data (network sepi), baru host tersebut melakukan pengiriman data. Jika network sibuk , host akan menunggu sampai network sepi. Bila 2 host pada saat yang bersamaan melakukan pengiriman data, terjadilah tabrakan (collision). Jika hal ini terjadi, kedua host mengirimkan sinyal jamke network dan semua host berhenti mengirimkan data dan kembali menunggu. Kemudian secara random, host-host menunggu dan mengirimkan data kembali. Backoff algorithm digunakan untuk mengatur pengiriman ulang setelah terjadi tabrakan.
b.      Fast Ethernet
Protokol Jaringan Ethernet Cepat (FAST ETHERNET) digunakan untuk meningkatkan pengiriman informasi yang lebih cepat, kecepatan dari fast Ethernet ini adalah 100 Mbs. Kabel yang digunakan dalam fast Ethernet adalah  kabel 5 pasangan berpintal (twisted pair) atau kabel fiber optik jika perlu.
c.       Local Talk
Menggunakan atau mengizinkan topologi linear bus dan star dengan menggunakan kabel Twisted Pair. Kecepatan untuk pengirima informasi untuk local talk adalah 0,23Mbps
d.      Token Ring
Diciptakan oleh perusahaan IBM menggunakan topologi Ring. Kecepatan Token Ring bisa mencapai 4 Mbps dan 16 Mbps. Dalam pengunaannya komputer yang dihubungkan ke jaringan token Ring melalui suatu hub khusus untuk Token Ring yang disebut Multi -Station Access Unit (MSAU). Token Ring menggunakan metode yang disebut Beaconing untuk mencari kesalahan jaringan. Hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan jaringan Token Ring adalah panjang lingkaran token tidak boleh lebih dari 121,2 meter untuk kabel jenis UTP. Lobe dalam Token Ring adalah kabel untuk menghubungkan suatu komputer ke port MSAU dengan panjang maksimum 45,5 meter untuk jenis UTP dan 100 Meter untuk jenis STP.
e.      FDDI
Fiber Distributed Data Interface (FDDI) yang di ciptakan ANSI adalah protokol yang menggunakan topologi lingkaran fiber optik ganda yang disebut lingkaran primary dan lingkaran secondary. Kedua lingkaran tersebut dapat di gunakan untuk pengiriman data namun hanya lingkaran primary yang biasanya di pakai sebagai jaringan utama. Lingkaran secondary baru berfungsi jika lingkaran primary mengalami kerusakan. Jaringan FDDI mempunyai kecepatan 100 Mbps melalui media fiber optik. Fiber optic yang umumnya di pergunakan oleh FDDI adalah kabel multi -mode fiber optik tipe 62.5/125 pm. Setiap lingkaran jaringan FDDI dapat mencapai panjang 200 KM dengan jumlah workstation maksimum sebesar 500 buah. Jarak maksimum antar workstation adalah 2 km. FDDI juga
menyediakan sarana penggunaan kabel copper yang sering juga disebut Copper stranded Distributed Data Interface (CDDI).
f.        ATM
Asynchronous Transfer Mode(ATM) adalah protokol yang di atur oleh badan internasional ITU-T yang menggunakan ukuran frame dengan panjang tetap sebesar 53 byte yang di sebut sel. ATM sangat cepat dan dapat memiliki bandwidth yang sangat besar menggunakan jalur transmisi cepat seperti SONET, DS-1, OC-3, OC-12, T3, FDDI 100 Mbps, Fiber Channel 155 MBps. Oleh sebab itu, umumnya menggunakan media fiber optik yang dapat mencapai kecepatan 622 Mbps. ATM juga menyediakan sarana penggunaan kabel UTP CAT-5 dengan kecepatan 155 Mbps.
 

KLASIFIKASI JARINGAN

Klasifiksasi Jaringan

a.      Berdasarkan skala
1. LAN
Local  Area  Network  (LAN)  dapat  didefinisikan  sebagai  kumpulan  komputer yang  saling  dihubungkan  bersama  didalam  satu  areal  tertentu  yang  tidak  begitu  luas, seperti  di  dalam  satu  kantor  atau  gedung.

2. MAN
   Metropolitan  Area  Network  (MAN)  merupakan  versi  LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi  yang sama dengan LAN. MAN  dapat  mencakup  kantor-kantor  perusahaan  yang  letaknya  berdekatan  atau  juga sebuah  kota  dan  dapat  dimanfaatkan  untuk  keperluan  pribadi  (swasta)  atau  umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.

3. WAN
Wide Area Network (WAN) adalah jaringan yang biasanya sudah menggunakan media wireless, sarana satelit ataupun kabel serat optik, karena jangkauannya yang lebih luas, bukan hanya meliputi satu kota atau antar kota dalam suatu wilayah, tetapi mulai menjangkau  area/wilayah  otoritas  negara  lain.

4. GAN
Global Area Network (GAN) biasa disebut juga dengan istilah internet, merupakan jaringan yang mencakup seluruh dunia. Internet merupakan gabungan dari LAN, MAN dan WAN yang ada diseluruh dunia. Untuk menghubungkannya, maka dibangun jaringan kabel serat optic yang menghubungkan satu benua dengan benua lain, kabel serat optic tersebut dibangun melalui dasar laut.

b.      Berdasarkan Fungsi
1. Client – Server
Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan, serta mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan.
Kelebihan Client – Server
·         Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik
·         Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar
·         Manajemen jaringan terpusat
·         Semua data bisa disimpan dan di backup terpusat di satu lokasi
Kekurangan Client – Server
·         Butuh administrator jaringan yang profesional
·         Butuh perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server
·         Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan
·         Anggaran untuk manajemen jaringan menjadi besar
·         Bila server down, semua data dan resource diserver tidak bisa diakses

2. Peer to  Peer
Peer  to  peer  adalah  suatu  model  dimana  tiap  PC  dapat  memakai  resource  pada PC  lain  atau memberikan resourcenya untuk dipakai  PC lain, Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.
Kelebihan Peer to  Peer :
·         Implementasinya murah dan mudah
·         Tidak memerlukan software administrasi jaringan yang khusus
·         Tidak memerlukan administrator jaringan
Kekurangan Peer to  Peer :
·         Jaringan tidak bisa terlalu besar (tidak bisa memperbesar jaringan)
·         Tingkat keamanan rendah
·         Tidak ada yang memanajemen jaringan
·         Pengguna komputer jaringan harus terlatih mengamankan komputer masing-masing
·         Semakin banyak mesin yang disharing, akan mempengaruhi kinerja komputer

c.       Berdasarkan Topologi Jaringan
1.      Topologi Bus
2.      Topologi Ring
3.      Topologi Star
4.      Topologi Tree
5.      Topologi Mesh

d.      Berdasarkan Kriterianya
       1.  Berdasarkan Distribusi Sumber Informasi
o   Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server
o   Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.

2. Berdasarkan Media Tranmisi Data
o   Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal listrik antar komputer jaringan.
o   Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik. Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

Sumber :