Ø DEFINISI IP ADDRESS
IP address digunakan sebagai alamat dan momor setiap kompuetr
pada jaringan computer. IP Address (Internet Protokol Address) merupakan alamat
yang diberikan pada computer yang merupakan identitas computer tersebut
sehingga dapat dikenal oleh computer lain dalam melakukan pengiriman dan
penerimaan data tau informasi melalui jaringan.
Ø Penggunaan IP Address
Menentukan IP Address berarti
memberikan identitas yang universal bagi setiap interface computer
-
Jika
memiliki lebih dari satu interface (misalnya ada 2 ethernet) maka harus
diberikan 2 IP Address untuk computer tersebut masing-masing untuk setiap
interfacenya
-
IP
alias satu device diberikan 2 atau lebih IP Addres yang berbeda
Ø Kegunaan IP Address
·
Pengalamatan sebagai identitas dalam
jaringan.
·
Memiliki informasi pengirim dan
penerima.
·
Pengalamatan merupakan awal pembuatan
rute proses komunikasi.
Ø Konfigurasi IP Address
Ada dua macam konfigurasi IP Address:
· Static
IP Addressing : pengaturan alamat IP untuk setiap workstation di tentukan
secara manual oleh administrator.
· Dynamic
IP Addressing (DHCP) : pengaturan setiap client pengalamatan IP di atur oleh
DHCP server secara dinamic setiap saat.
Ø
Versi IP Adress terdiri dari 2 yaitu IP
versi 4 dan IP versi 6
1. IPv4
(32bit)
Terbagi menjadi 4 oktet (masing-masing 8bit) seperti xxxxxxxx
. xxxxxxxx . xxxxxxxxxxx . xxxxxxxx. Menggunakan notasi desimal
contohnya adalah : 192.168.1.1
Pengalamatan IP address menggunakan bilangan
biner supaya lebih mudah ditulis dan dibaca oleh manusia, IP
address ditulis dengan bilangan 4
desimal yang masing-masing dipisahkan oleh titik “ . ” (dotted-decimal
notation). Total nilai IP versi 4 adalah 256 ip
address, dimulai dari 0-255.
Nilai
maksimal IP versi 4 adalah:
– 11111111.11111111.11111111.11111111
– 256.256.256.256
= 4.294.967.296 host
Adapun struktur Ipv4 yaitu :
•
Net ID / Network Address (NID)
–
Net ID berperan dalam identifikasi
suatu network dari network yang lain.
–
Bisa dianalogikan sebagai alamat
jalan suatu network.
•
Host ID / Host address (HID)
–
Host ID berperan untuk identifikasi
host dalam suatu network.
–
Bisa dianalogikan sebagai nomor rumah
untuk komputer dalam suatu network.
Komponen Ipv4 adalah :
•
IP Broadcast
–
IP yang digunakan untuk broadcaster
suatu network ke network lainnya.
–
IP terbesar dalam suatu jaringan
dipakai sebagai IP Broadcast.
•
IP Network
–
IP yang digunakan untuk identitas
suatu network agar bisa dikenali oleh network lainnya.
–
IP terkecil dalam suatu jaringan
dipakai sebagai IP Network.
·
Misal : 192.168.1.1
–
Alamat IP Network : 192.168.1.0
–
Alamat IP Broadcast: 192.168.1.255
–
Alamat IP yang valid:
192.168.1.1-192.168.1.254
·
Kelas-kelas dalam Ipv4 :
Digunakan untuk memudahkan management pengelolaan IP Address dan
membentuk sub-sub kelas yang lebih kecil.
|
KELAS
|
RANGE IP
|
BINER
|
SUBNET
|
|
A
|
0.0.0.0 – 127.255.255.255
|
00000000-01111111
|
255.0.0.0
|
|
B
|
128.0.0.0 – 191.255.255.255
|
10000000-10111111
|
255.255.0.0
|
|
C
|
192.0.0.0 – 223.255.255.255
|
11000000-11011111
|
255.255.255.0
|
|
D
|
224.0.0.0 – 239.255.255.255
|
11100000-11101111
|
255.255.255.255
|
|
E
|
240.0.0.0 – 255.255.255.255
|
11110000-11111111
|
255.255.255.255
|
2. IPv6
(128bit)
Terbagi menjadi 8 oktet (masing-masing 4bit) sepertixxxx
: xxxx : xxxx : xxxx : xxxx : xxxx : xxxx : xxxx. Menggunakan notasi hexa
desimal contohnya adalah : 21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a
Dapat mengalamati sebanyak: 4.294.967.296 ^ 4 = 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456
host komputer di seluruh dunia. Panjang
alamat 128-bit, dibagi kedalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat
dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit.
Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda
titik dua “:” (colon-hexadecimal). Misalnya :
Ø Jenis IP Address
1.
IP PUBLIC
IP yang digunakan untuk komunikasi langsung dalam internet. IP
public biasanya dikelola oleh ISP (Internet Service Provider). Host
yang menggunakan IP public dapat diakses oleh seluruh user yang tergabung
diinternet baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui proxy/NAT).
Biasanya dikelompokkan berdasarkan negara, seperti Indonesia : berawalan
202.x.x.x, 203.x.x.x, 125.x.x.x, 182.x.x.x dst.
2.
IP PRIVATE
International Assigned Nimbers
Authority (IANA) mengelompokkan IP yang dinyatakan private adalah kelompok IP
yang hanya digunakan untuk kalangan sendiri dan tidak berlaku di internet.
a. Kelas
A : 10.0.0.0 s/d 10.255.255.255 (1 network)
b. Kelas
B : 172.16.0.0 s/d 172.31.255.255 (16 network)
c. Kelas
C : 192.168.0.0 s/d 192.168.255.255 (256 network)
3.
LOOPBACK ADDRESS
IP yang secara otomatis dipakai oleh sistem untuk memanggil sistem itu
sendiri. IP address dengan alamat IP bit
pertama adalah 127, kemudian 3 bit yang lain diisi sembarangan adalah alamat
loopback. Karena itu, alamat IP 127.x.x.x tidak
dapat digunakan untuk alamat host dalam jaringan.
Subnetting
Ø
DEFINISI
Subnetting adalah proses
memecah suatu IP jaringan ke sub jaringan lebih kecil yang disebut
"subnet". Setiap subnet mendeskripsikan non-fisik (atau ID) untuk
jaringan-sub fisik (biasanya dalam jaringan multi kompleks). Teknik
yang membuat skala jaringan lebih luas dan tidak dibatas oleh kelas-kelas IP
(A, B, dan C) yang sudah diatur. Memungkinkan membuat network dengan batasan
host yang lebih realistis sesuai kebutuhan.
Ø
TUJUAN
-
Membatasi ruang lingkup lalu lintas jaringan.
-
menerapkan
tindakan keamanan jaringan tindakan.
-
memisahkan
segmen jaringan berdasarkan fungsi.
-
membantu
dalam menyelesaikan masalah kemacetan jaringan.
-
memudahkan
administrator memantau sistem termasuk memanajemen sub-sub jaringan yang ada.
Ø
SUBNETMASK
Digunakan untuk membaca bagaimana kita membagi jalan
dan gang, atau membagi network dan hostnya. Address mana saja yang berfungsi
sebagai SUBNET, mana yang HOST dan mana yang BROADCAST. Semua itu bisa kita
ketahui dari SUBNETMASKnya.
|
CLASS
|
RANGE OKTET PERTAMA
|
SUBNET MASK DEFAULT
|
|
A
|
0-127
|
255.0.0.0
|
|
B
|
128-191
|
255.255.0.0
|
|
C
|
192-223
|
255.255.255.0
|
Ø
CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
Digunakan untuk mempermudah penulisan notasi subnetmask
agar lebih ringkas dibandingkan penulisan notasi subnet mask yang sesungguhnya.
Ø
VLSM (Variable Length Subnet Mask)
- Metode yang paling realistik untuk men-subnetting
network dengan penggunaan bit host yang paling efisien.
- Tahapan
perhitungan menggunakan VLSM IP Address yang ada dihitung menggunakan CIDR
selanjutnya baru dipecah kembali menggunakan VLSM.
Ø
CIDR
vs VLSM
- CIDR
digunakan untuk mencari berdasarkan jumlah subnet (kelompok)nya.
o
Langkahnya
:
§ Tentukan berapa banyak subnet yang dibutuhkan tiap
jaringan.
§ Hitung range ip subnet dan host tiap subnetnya.
- - VLSM
digunakan untuk mencari berdasarkan jumlah host dalam suatu subnet.
o
Langkahnya
:
§ Tentukan berapa banyak host untuk memenuhi network
yang paling besar.
§ Pilih subnet untuk network dengan host terbanyak
sampai host yang paling sedikit.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar