Selasa, 09 Desember 2014

ROUTING


KONSEP ROUTING

Routing adalah sebuah proses untuk meneruskan paket-paket jaringan dari satu jaringan ke jaringan lainnya, melalui sebuah antar jaringan (internet work). Routing merujuk kepada sebuah metode penggabungan beberapa jaringan sehingga paket-paket data dapat didirikan dari satu jaringan ke jaringan selanjutnya.

PROSES ROUTING


-  Komputer A bergabung dengan jaringan 10.0.0.0 dengan IP 10.10.10.2, jika ingiin berhubungan dengan B maka A akan memeriksa tabel routing yang berada pada komputermya.

-   Agar dapat berkomunikasi dengan 20.20.20.2 (dari A ke B), maka A membutuhkan Hardware Address dari B
  •    PC-A mengirim ARP request ke alamat broadcast 255.255.255.255 untuk menanyaka n MAC Address dari 20.20.20.2 hingga broadcast ke Router 10.10.10.1 dan router akan mengecek tabel routingnya.

   -      Router akan meneruskan broadcast ke range IP 20.0.0.0 untuk mencari alamat hardware B dengan menanyakan siapa yang memiliki alamat 20.20.20.2
-          B menjawab dan memberikan MAC Address yang dimilikinya kepada router dan router melanjutkannya ke A
    -     Selanjutnya A dan B dapat melakukan komunikasi data mealui hardware tersebut.

TABEL ROUTING

Adalah sebuah tabel yang berisi tentang info darimana sember tujuan dan lewat manasebuah paket akan dikirimkan. Tabel routing berisi infomasi tentang :
a.       Alamat network tujuan
b.      Interface router yang terdekat dengan network tujuan (Hop Count).
c.       Metric yaitu sebuah nilai yang menunjukkan teknik berdasarkan jumlah lompatan
Jika jaringan tujuan terhubung langsung di router, maka router langsung mengetahui port yang harus digunakan untuk meneruskan paket. Jika jaringan tujuan tidak terhubung langsung dengan router, Router harus mempelajari rute terbaik yang akan digunakan untuk meneruskan paket. Informasi ini dapat dipelajari dengan cara :
·         Manual oleh “network administrator”
·         Pengumpulan informasi melalui proses dinamis dalam jaringan.

JENIS ROUTING

Terdapat 2 jenis Routing, yaitu static routic dan dynamic routing.
*      Static Routing (routing statis): sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh administrator jaringan.
Rute yang dipelajari oleh router ketika seorang administrator membentuk rute secara manual. Administrator harus memperbarui atau mengupdate rute statik ini secara manual ketika terjadi perubahan topologi antar jaringan (internetwork).

*      Dynamic Routing (routing dinamis): sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, mendengarkan lalu lintas jaringan dan saling berhubungan antara router lainnya.
Rute yang dipelajari oleh router setelah seorang administrator mengkonfigurasi sebuah protokol routing yang membantu menentukan rute.
Sekali seorang administrator jaringan mengaktifkan rute Dinamik, maka rute akan diketahui dan diupdate secara otomatis oleh sebuah proses routing ketika terjadi perubahan topologi jaringan yang diterima dari “internetwork”.

STATIC VD DYNAMIC


Tidak ada komentar:

Posting Komentar